Ada sesuatu yang judulnya 'merelakan.' Dari dulu sampai sekarang, Noska nggak pinter melakukan itu, karena sejatinya dia ngeyel dan keras kepala. [Move on] bukanlah istilah yang asing buat dia. Bukan karena dia jago banget melakukannya, nggak. Dia cuma sering aja denger temen-temennya bawel, lain cerita lah kalau soal praktek.
Masalahnya, kalau menurut pembelaan dia sih, dia udah nggak suka sama orangnya. (Itu denial namanya!) Bisa jadi, bisa jadi. Cuma, agak konyol aja nggak sih move on dari seseorang yang bukan pacar? Gak kenal lagi. Ada sesuatu yang judulnya [ngarep] dan itu ibaratnya kayak junk food. Tau bikin gendut tapi tetep dimakan. Itu dia tuh yang bikin mup on susah. Mau move on dari apah? Dari kenangan-kenangan yang cuma ada di dalam kepala doang? Rasa-rasanya agak dodol gimana gitu. Cuma bisa dilupakan saja. Cuma bisa direlakan saja.
"Tokoh fiktif di dalam kepalamu itu tidak ada!"
"TIDAAAAAAAAAAAKKKKK aqoeh taq maoe pertjaja......."
"Tidak pernah ada harapan antara kamu dan dia dan kamu tau itu!"
"TIDAAAAA...erh, bener juga sih sebetulnya."
"Dia jadian sama cewek lain!"
"FAAAAAAAAAAAAAKKKKK syukurlah dia seneng tapi faaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk.........."
Ini payah banget. Gue kepengen banget nulis macem-macem yang hipster, kocak, sarkastis dan atau keren, yang keliatannya kayak gue ga peduli gitu, yang kayak gue jomblo bahagia dan sebagainya, tapi yang keluar cuma omongan gak jelas kayak di atas. Ya kayak gitulah gue kalo lagi mikir, baper + labil. Mungkin Dadar bener. Mungkin dia bakal baca postingan ini dan cuma bakal komen "baper" atau "lay" sama kayak di postingan-postingan sebelumnya. Dan harus gue akui, gue setuju ngahahah. Bye Dar.
Ah, mungkin rasa panas di hati ini lebih karena egoku yang terluka. *tsah* Setiap kali patah hati keselnya lebih karena ngerasa bego daripada perasaan-perasaan yang lain. Karena kalo dipikir-pikir, nggak logis aja kalau sedih. Apa yang disedihkan? Sesungguhnya diriqu hanya qecewa karena harapan-harapan dan impianqu [baca: ngarep] tidak terwujud.
And for the record gue nggak akan pernah ngatain siapapun PHP, karena PHP itu Hypertext Preprocessor, sedangkan cowok termasuk Homo sapiens. Haaa... ha... ehm.
Tapi serius deh, sebenernya emang permasalahannya gitu aja kok. Harapan-harapan kamu gak terwujud. Ekspektasinya selfie berdua di pantai, realitanya sendirian aja makan tai, eh, cokelat. Terus ternyata nggak kesampaian, empet deh kamu kayak Miss Universe yang nggak jadi jadi Miss Universe... *pukpuk* (kasian bgt dia, jangan diledekin.) Sudahlah, terima saja. Sudahlah, relakan saja. Sesungguhnya hanya itu yang perlu dilakukan.
Dan aku udah ngelakuin itu kok. Sungguh. Udah diblock, kalo instagram pacarnya bisa nggak ya diblock? Huhu. Tindakan preventif aja biar nggak ngeyel ngestalk terus galau sendiri, kan bego namanya wqwq.
Qhu bloem bxa tuq t3gaR d4n ucapx s3Lam@. Meskipun, percayalah, ada sedikit kedamaian yang terselip melihat kamu begitu bahagia. (AAAAAKKKK *banting laptop*) (plis geli sendiri bacanya.)
Ah...sudahlah. (a la Babe Cabita) Ada banyak hal lain yang lebih penting yang bisa kita obrolkan.
Misalnya, sekarang udah jam 2:47 AM dan itu artinya aku baru saja melanggar salah satu resolusi tak terucapku:
bobok cepet pada jam-jam yang rasional.
Tapi aku tak bisa, jenderal!
Pikiranku terus mengalir dan mengalir, seperti ini mengetik dan mengetik,
kau tega mau membiarkanku nulis-nulis dalem kepala, jenderal??
Seriusan yang kayak gini bikin gak bisa tidur. Maunya nulis aja, pengen dikeluarin, pengen cerita, pengen curhat gak jelas tanpa dibales dengan nguap dan ngecek hp main COC.
Aku cuma nggak pengin dianggap alay dengan post sepanjang gini di timeline LINE. (dan berharap dilike).
Meskipun itu nyata. Aku hanyalah seorang Kana Yala Isakeb. Gak bisa bela diri dari yang ngatain baper atau alay, soalnya bener.
Koe hanja ingin bertjerita.
Dan sekarang malah ngeblank, bye banget. Is this any way to start my new year? Belum apa-apa udah ngelanggar resolusi, udah ngegalau, gak produktif, bukannya belajar buat UAS. Bilangnya mau lebih serius kalo nulis, ujung-ujungnya gaje gini juga.
Udah ya, udah ngantuk kan? Sampai ketemu lagi ya kalo gue udah waras.
Ta-ta pa-pay kiss-bye.
Masalahnya, kalau menurut pembelaan dia sih, dia udah nggak suka sama orangnya. (Itu denial namanya!) Bisa jadi, bisa jadi. Cuma, agak konyol aja nggak sih move on dari seseorang yang bukan pacar? Gak kenal lagi. Ada sesuatu yang judulnya [ngarep] dan itu ibaratnya kayak junk food. Tau bikin gendut tapi tetep dimakan. Itu dia tuh yang bikin mup on susah. Mau move on dari apah? Dari kenangan-kenangan yang cuma ada di dalam kepala doang? Rasa-rasanya agak dodol gimana gitu. Cuma bisa dilupakan saja. Cuma bisa direlakan saja.
"Tokoh fiktif di dalam kepalamu itu tidak ada!"
"TIDAAAAAAAAAAAKKKKK aqoeh taq maoe pertjaja......."
"Tidak pernah ada harapan antara kamu dan dia dan kamu tau itu!"
"TIDAAAAA...erh, bener juga sih sebetulnya."
"Dia jadian sama cewek lain!"
"FAAAAAAAAAAAAAKKKKK syukurlah dia seneng tapi faaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk.........."
Ini payah banget. Gue kepengen banget nulis macem-macem yang hipster, kocak, sarkastis dan atau keren, yang keliatannya kayak gue ga peduli gitu, yang kayak gue jomblo bahagia dan sebagainya, tapi yang keluar cuma omongan gak jelas kayak di atas. Ya kayak gitulah gue kalo lagi mikir, baper + labil. Mungkin Dadar bener. Mungkin dia bakal baca postingan ini dan cuma bakal komen "baper" atau "lay" sama kayak di postingan-postingan sebelumnya. Dan harus gue akui, gue setuju ngahahah. Bye Dar.
Ah, mungkin rasa panas di hati ini lebih karena egoku yang terluka. *tsah* Setiap kali patah hati keselnya lebih karena ngerasa bego daripada perasaan-perasaan yang lain. Karena kalo dipikir-pikir, nggak logis aja kalau sedih. Apa yang disedihkan? Sesungguhnya diriqu hanya qecewa karena harapan-harapan dan impianqu [baca: ngarep] tidak terwujud.
And for the record gue nggak akan pernah ngatain siapapun PHP, karena PHP itu Hypertext Preprocessor, sedangkan cowok termasuk Homo sapiens. Haaa... ha... ehm.
Tapi serius deh, sebenernya emang permasalahannya gitu aja kok. Harapan-harapan kamu gak terwujud. Ekspektasinya selfie berdua di pantai, realitanya sendirian aja makan tai, eh, cokelat. Terus ternyata nggak kesampaian, empet deh kamu kayak Miss Universe yang nggak jadi jadi Miss Universe... *pukpuk* (kasian bgt dia, jangan diledekin.) Sudahlah, terima saja. Sudahlah, relakan saja. Sesungguhnya hanya itu yang perlu dilakukan.
Dan aku udah ngelakuin itu kok. Sungguh. Udah diblock, kalo instagram pacarnya bisa nggak ya diblock? Huhu. Tindakan preventif aja biar nggak ngeyel ngestalk terus galau sendiri, kan bego namanya wqwq.
Qhu bloem bxa tuq t3gaR d4n ucapx s3Lam@. Meskipun, percayalah, ada sedikit kedamaian yang terselip melihat kamu begitu bahagia. (AAAAAKKKK *banting laptop*) (plis geli sendiri bacanya.)
Ah...sudahlah. (a la Babe Cabita) Ada banyak hal lain yang lebih penting yang bisa kita obrolkan.
Misalnya, sekarang udah jam 2:47 AM dan itu artinya aku baru saja melanggar salah satu resolusi tak terucapku:
bobok cepet pada jam-jam yang rasional.
Tapi aku tak bisa, jenderal!
Pikiranku terus mengalir dan mengalir, seperti ini mengetik dan mengetik,
kau tega mau membiarkanku nulis-nulis dalem kepala, jenderal??
Seriusan yang kayak gini bikin gak bisa tidur. Maunya nulis aja, pengen dikeluarin, pengen cerita, pengen curhat gak jelas tanpa dibales dengan nguap dan ngecek hp main COC.
Aku cuma nggak pengin dianggap alay dengan post sepanjang gini di timeline LINE. (dan berharap dilike).
Meskipun itu nyata. Aku hanyalah seorang Kana Yala Isakeb. Gak bisa bela diri dari yang ngatain baper atau alay, soalnya bener.
Koe hanja ingin bertjerita.
Dan sekarang malah ngeblank, bye banget. Is this any way to start my new year? Belum apa-apa udah ngelanggar resolusi, udah ngegalau, gak produktif, bukannya belajar buat UAS. Bilangnya mau lebih serius kalo nulis, ujung-ujungnya gaje gini juga.
Udah ya, udah ngantuk kan? Sampai ketemu lagi ya kalo gue udah waras.
Ta-ta pa-pay kiss-bye.
No comments:
Post a Comment
Penny for your thoughts?