Letaknya lumayan jauh dari tempat di mana aku biasa berkeliaran, sekitar 1 jam perjalanan naik motor. Dia ada urusan yang harus diselesaikan berhubungan dengan mata kuliahnya di Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota). Berhubung aku nggak ada kerjaan dan malas beres-beres kamar, yasudah, kuiyakan saja. Meskipun akhirnya kesiangan sih. Dan harus bayar biaya Semester Pendek dulu. (Yaelah.)
Akhirnya kini aku ada di sini, sebuah warnet yang sepi pengunjung di dekat sebuah masjid. Nggak tau udah sampe di Poncokusumo apa belom, soalnya buta arah dan malas perhatiin plang nama jalan. Kenapa aku ada di sini? Yah, soalnya. Dadar (temen, eh keluargaku itu) lagi sholat Jumat di masjid yang sudah disebutkan di atas. Dan aku gak mungkin toh duduk-duduk lucu di depan masjid itu? Udah gendernya salah, bawa minum sama roti pula. Dengan nikmat melegakan dahaga...wah udah. Babai.
Lebih baik aku main game online saja di sini, untuk menghabiskan waktu, niatnya sih begitu. Namun apa daya, game online yang kukenal tak ada, dan mouse yang ada gak peka. Berakhirlah aku di halaman ini dan mengetik di atas keyboard yang pas-pasan juga. Tak-tak-tak. Tak-tak-tak. Bunyi tak setiap satu huruf. Niatnya sih ngetik biasa aja, tapi suasana warnet yang hening sepi membuatku terdengar seperti wanita stres yang menghujamkan rasa frustrasinya ke tombol-tombol keyboard tak berdosa. Mungkin mas-mas berbaju neon ijo di depanku mikir, udah enak-enakan makan roti di depan orang puasa, berisik lagi. Hus, suudzon. Gak oleh ngono.
Aku teringat kata-kata bijak Dadar semalam tadi. Saat sedang membicarakan...
Yah, udah dateng orangnya. Sudah, nggak jadi cerita. Lain kali saja kita berjumpa.
Daah!
Daah!
No comments:
Post a Comment
Penny for your thoughts?