Monday, November 7, 2016

S.T.


Dua hari yang lalu, kamu resmi lulus dari Universitas Brawijaya.
Aku ingin hadir ke wisudamu. Sekaligus tidak.
Kamu pernah bilang kalau aku boleh datang. Tapi kamu juga pernah bilang kalau aku tidak berarti setitikpun buatmu.
Lalu...?
Sekarang ini saja kamu tidak dapat menatap mataku tanpa mengalihkan wajahmu. Aku pun mengutuk lidahku yang kelu di hadapanmu.
Entah apa yang akan terjadi kalau aku benar-benar hadir.
Aku putuskan untuk mengambil pilihan yang bijak
dan tidak merusak hari bahagiamu.

Siang itu aku pergi bersenang-senang.
Malamnya aku main-main ke festival musik.
Aku kira aku sudah bisa melupakan kamu. Ternyata tidak.
Dua artis yang tampil malam itu adalah artis kesukaanmu.
Dua huruf besar di judul festival itu adalah inisial namamu.
Aku ingat kini ada S.T. di belakangnya.
Aku pernah mengucapkannya, saat kamu sedang mengantarkanku naik mobil kala itu. Kamu hanya tersenyum saja, berkata bahwa dua huruf itu tidak berarti apa-apa.
Seperti apa senyummu saat sahabat-sahabatmu datang membawakan bunga?
Aku berharap akan menemukan fotomu yang memakai toga tercecer di suatu tempat di sosial media.
Ternyata tidak ada.
Sepertinya kamu ingin merahasiakan kelulusanmu.
Atau kamu tidak ingin aku datang dan mengucapkan selamat.

Aku sudah bisa memaafkan kamu.
Aku ingin bertemu kembali denganmu.
Tapi kamu sudah pergi.
Aku ingin bicara denganmu.
Tapi bicara apa?
Untuk apa?
Masa itu sudah berlalu.
Aku sudah tidak ingin berteman dengan orang yang tidak bisa menghargaiku.
Tapi aku juga tidak dapat melupakan kamu.
Jadi aku harus apa?

22:55 7/11


No comments:

Post a Comment

Penny for your thoughts?