Saturday, July 9, 2016

Retak

Emosiku meluap.
Tumpah ruah
dalam air mata
Satu sendok makan banyaknya
Mengenyangkan, sesuap saja
Cukup

Benakku berlari menuju alun-alun di sebuah kota
Dan sebuah malam ketika
langit tak berbintang ketika
Aku berpikir,
Betapa bahagianya aku bisa berada di sampingmu
meski sekejap dan
sekedar saja.
Seribu satu kata
Seribu milikku, satu milikmu

Sederhana:

         T   i   d   a   k

Aku tak mau dengar.


Aku berguling tak nyaman
Punggungku tak rela mengalah pada melatonin
Bergeming
Meratap di hadapan layar
Sudahlah!

Hidupku bukan hanya kamu

Bisa juga dibaca:

Kamu bagian dari hidupku.

Lagi aku berbisik pada diri sendiri,

Mau sampai kapan?

Bekasi,
9 Juli 2016
22:07 WIB

No comments:

Post a Comment

Penny for your thoughts?