Tahukah kamu?
Ada orang yang terbangun pukul empat pagi, dan hal yang pertama kali dicarinya adalah apa yang ada di mimpinya barusan saja. Apa yang ada di mimpinya adalah seorang wanita yang disebut 'shower rain'. Ia terbangun, karena bermimpi hujan badai. Lalu ia mengambil telepon canggihnya untuk mencari apakah istilah 'shower rain' itu benar-benar ada. Tentu saja tidak ada.
Kata-kata 'shower rain' mengingatkannya pada 'chocolate rain', kemudian ia lanjut mengetikkan kata-kata itu pada layar di depannya. Ia tidak mendengarkan lagu itu, tapi lagu itu muncul di kepala. Kemudian serta-merta lagu lain muncul. Langsung terputar, keberadaannya di otaknya terpicu nada pembuka yang mirip-mirip.
Otaknya berhenti berasap sejenak.
Kemudian orang itu mengetikkan kembali apa yang saat itu juga terlintas di benaknya.
Suatu tempat rahasia di mana apa yang dipercayainya jadi nyata.
Suatu tempat rahasia di mana fantasinya menemukan sesuatu untuk dikunyah.
Serta merta ia baca lagi pernyataan yang dulu pernah dibuatnya.
Ia sakit jiwa.
Orang mana lagi yang terbangun di pagi buta, mencari apa yang tidak ada, lalu membuka komputer jinjingnya dan serta-merta membuka halaman ini, mengetikkan segala omong kosong ini?
Ia tercenung:
"aku memang sakit jiwa."
Tidak bisa ditolong. Sudah terlalu kronis.
"aku memang sakit jiwa,
dan aku tidak peduli."
Dia yakin sekali setelah ini ia akan mencoba tidur nyenyak kembali, dengan tidak sukses. Kemudian mengecek kotak rahasianya sendiri dan menyadari ia telah mengisinya dengan sampah pada jam empat pagi.
Ia akan malu. Malu pada dirinya sendiri. Malu kepada yang membaca. Berharap lagi tidak akan ada yang mengerti apa atau siapa yang dicarinya. Berharap lagi yang dicari langsung mengerti kalau itu dirinya. Berangan-angan tulisan ini, dan tulisan-tulisan lainnya, akan mendapatkan balasan, yang mampu dicerna otaknya yang miring.
Berharap lagi yang telah punah hidup kembali.
Berharap ia bisa mengatakan ini semua dengan puitis, dengan sajak menggelora, bukan dengan konotasi-konotasi kampungan.
Selamat malam
Jiwa yang tersesat
Malang, 4:28 WIB
Illinoska Buluama
Ada orang yang terbangun pukul empat pagi, dan hal yang pertama kali dicarinya adalah apa yang ada di mimpinya barusan saja. Apa yang ada di mimpinya adalah seorang wanita yang disebut 'shower rain'. Ia terbangun, karena bermimpi hujan badai. Lalu ia mengambil telepon canggihnya untuk mencari apakah istilah 'shower rain' itu benar-benar ada. Tentu saja tidak ada.
Kata-kata 'shower rain' mengingatkannya pada 'chocolate rain', kemudian ia lanjut mengetikkan kata-kata itu pada layar di depannya. Ia tidak mendengarkan lagu itu, tapi lagu itu muncul di kepala. Kemudian serta-merta lagu lain muncul. Langsung terputar, keberadaannya di otaknya terpicu nada pembuka yang mirip-mirip.
Otaknya berhenti berasap sejenak.
Kemudian orang itu mengetikkan kembali apa yang saat itu juga terlintas di benaknya.
Suatu tempat rahasia di mana apa yang dipercayainya jadi nyata.
Suatu tempat rahasia di mana fantasinya menemukan sesuatu untuk dikunyah.
Serta merta ia baca lagi pernyataan yang dulu pernah dibuatnya.
Ia sakit jiwa.
Orang mana lagi yang terbangun di pagi buta, mencari apa yang tidak ada, lalu membuka komputer jinjingnya dan serta-merta membuka halaman ini, mengetikkan segala omong kosong ini?
Ia tercenung:
"aku memang sakit jiwa."
Tidak bisa ditolong. Sudah terlalu kronis.
"aku memang sakit jiwa,
dan aku tidak peduli."
Dia yakin sekali setelah ini ia akan mencoba tidur nyenyak kembali, dengan tidak sukses. Kemudian mengecek kotak rahasianya sendiri dan menyadari ia telah mengisinya dengan sampah pada jam empat pagi.
Ia akan malu. Malu pada dirinya sendiri. Malu kepada yang membaca. Berharap lagi tidak akan ada yang mengerti apa atau siapa yang dicarinya. Berharap lagi yang dicari langsung mengerti kalau itu dirinya. Berangan-angan tulisan ini, dan tulisan-tulisan lainnya, akan mendapatkan balasan, yang mampu dicerna otaknya yang miring.
Berharap lagi yang telah punah hidup kembali.
Berharap ia bisa mengatakan ini semua dengan puitis, dengan sajak menggelora, bukan dengan konotasi-konotasi kampungan.
Selamat malam
Jiwa yang tersesat
Malang, 4:28 WIB
Illinoska Buluama

No comments:
Post a Comment
Penny for your thoughts?