via: twitter
Dear diary (ha) belakangan ini moodku lagi kacau. Setiap hari selalu beda, nggak pernah konstan. Emang harusnya gitu sih, tapi perubahannya itu seperti kejutan yang tak menyenangkan. Alam seperti memutar roda besar mainan yang sering muncul di tivi-tivi: Halo pemirsa! Hari ini Noska mau merasa bagaimana hayooo? Puterrrrrrrrrrrrrr!tektektektek senengsedih senengmarahbetebahagiakocakmalusemalu-malunyakaget sebel galau semangat riang...murung...seneng......sedih.......seneng............marah................bete! Yak hari ini Noska akan merasa bete!! Tepuk tangan pemirsa!!!
Tai kucing.
Aku suka bingung kenapa perasaan wanita begitu mudah berubah. Ralat, aku suka bingung kenapa perasaan gadis kecil begitu mudah berubah. Bisakah kita salahkan semuanya pada perubahan hormon yang tidak stabil? Ya, benar, carilah pembenaran ilmiah pada kawan IPA ketika kau tidak bisa menerima kenyataan yang disodorkan kawan IPS. Dan sodorkan pada kawan Bahasa untuk mengubah kata-katanya menjadi lebih bermartabat, misalnya roda berputar yang di tivi-tivi.
Kenyataannya, kita memilih sendiri emosi kita. Ketika berhadapan dengan suatu masalah, kita memutuskan sendiri mau bersikap seperti apa. Mau menangis terus, atau segera bertindak? Nah, dengan perasaan pun begitu. Hanya saja, terkadang saudara kita sesama manusia lebih memilih untuk meletakkan emosinya pada roda berputar di tivi-tivi, lebih memilih terbawa arus, membiarkan emosinya dipermainkan oleh orang yang bahkan tidak dikenalnya; dibandingkan dengan pilihan yang lebih tidak masuk akal seperti... Oh, entahlah, berdiri tegap mantap dan memegang tanggungjawab emosi itu sendiri, mungkin?

No comments:
Post a Comment
Penny for your thoughts?