Do you remember the 21st night of September?
Love was changing the mind of pretenders
While chasing the clouds away
While chasing the clouds away
Our hearts were ringing
In the key that our souls were singing
As we danced in the night
Remember, how the stars stole the night away, yeah yeah yeah
In the key that our souls were singing
As we danced in the night
Remember, how the stars stole the night away, yeah yeah yeah
Hey hey hey
Ba de ya, say do you remember
Ba de ya, dancing in September
Ba de ya, never was a cloudy day
Ba de ya, say do you remember
Ba de ya, dancing in September
Ba de ya, never was a cloudy day
My thoughts are with you
Holding hands with your heart to see you
Only blue talk and love
Remember, how we knew love was here to stay
Holding hands with your heart to see you
Only blue talk and love
Remember, how we knew love was here to stay
Now December found the love that we shared in September
Only blue talk and love
Remember, the true love we share today
Only blue talk and love
Remember, the true love we share today
Hey hey hey
Ba de ya, say do you remember
Ba de ya, dancing in September
Ba de ya, never was a cloudy day...
Ba de ya, say do you remember
Ba de ya, dancing in September
Ba de ya, never was a cloudy day...
-September, Earth Wind and Fire
Aih... September, never was a cloudy day. Ya, ya, mungkin memang benar adanya. Walaupun seinget gue setiap bulan September selalu hujan deras, gue menikmati setiap detiknya. September tahun lalu, tahun sebelumnya, dan tahun ini, semuanya spesial. They weren't cloudy at all. Karena... pada saat-saat yang paling mengesankan, selalu turun hujan, dan meskipun dingin, rasanya... rasanya hangat di hati. Asik.
Yap, ada banyak cerita di bulan September, seperti ulang tahun si pujaan hati dari tahun 2011; TFT Jambore #24 di Jatiluhur; hubungannya dengan angka 9, 7, dan kenangan dari masa lalu; dan lain-lain. Pokoknya banyak deh. Selalu ada cerita untuk saat-saat di musim penghujan :) Tapi sekarang kita bukan mau ngomongin bulan September. Sekarang waktunya bulan Desember, bulan yang identik dengan liburan, natal, jalan-jalan, dan yang paling seru: ULANGAN UMUM. *JENGJEEEEENG*
Kebetulan, sebenernya besok itu gue bakal ulangan umum. Ulangan umum
- Selama bulan November : Ngerjain karya tulis
- 23 Nov : Deadline pengumpulan karya tulis
- 25-30 Nov : Minggu terakhir buat masukin/memperbaiki nilai yang kosong/remed
- 2-3 Des : TO
- 4 Des : Hari tenang (akhirnya ya)
- 5-12 Des : Ulangan umum semester 1
- 13-14 Des : TO lanjutan
- 15-17 Des : Study tour gilagilagilaaa
Semua tanggal yang gue sebutin di atas itu nggak ada jedanya, alias non-stop. Kalo lo menemukan ada tanggal yang bolong-bolong, itu karena hari Minggu nggak gue masukin ke dalam jadwal di atas. Gila? Iya, memang. Tapi emang bukan Gonz namanya kalo jadwalnya nggak padet. Pertama gue masuk juga kaget dengan jadwalnya yang super-padet dan maksa ini. (Jujur aja sih Pater Koko, maaf ya.) Tapi sesuai janji gue kepada guru-guru yang mewawancarai gue sewaktu tes wawancara masuk, meskipun ada hal-hal di Gonz yang tidak sesuai dengan harapan gue, gue akan menjalani konsekuensi dari pilihan gue masuk Gonz dengan senang hati dan lapang dada...yea asik. Lagian, kalo dibandingin dengan keseruannya, jadwal segini doang mah cipiiiiil. Ya nggak? Iya dong. Iya lahh udah jelas.
Nah, sebenernya, buat gue Desember gak cuma identik dengan hal-hal klise yang udah gue sebutin di atas. Desember bagi gue adalah bulan sahabat. Itu karena... pada bulan ini, 18 tahun yang lalu, sahabat-sahabat gue lahir pada hari-hari yang konsekuensial! >,<
Supaya seru, tiap anak dapet fotonya sendiri-sendiri. Ini diaaa:
Tanggal 4 Desember (atau hari ini):
The Annoying-But-Irresistible Almost-Sixpack Bastard
Namanya Nicky. Sifatnya seperti yang tertera pada judulnya. Tahun lalu, sebagai hadiah ulang tahun, doa-doa tanda sayang dari gue adalah semoga dia sukses ulangan umumnya dan semoga dia gak akan dapet pacar sampai umur 18. Di luar dugaan, doa gue itu memang terkabul, kecuali bagian ulangan umumnya. Mudah-mudahan doa tanda sayang balasan dari dia yang isinya semoga gue gak akan dapet pacar sampai mati gak akan terkabul juga. (Sejauh ini doanya masih manjur sih...makasih banget lho nik.)
Jadi, untuk makhluk yang satu ini, begini ceritanya...
Nah, sebenernya, buat gue Desember gak cuma identik dengan hal-hal klise yang udah gue sebutin di atas. Desember bagi gue adalah bulan sahabat. Itu karena... pada bulan ini, 18 tahun yang lalu, sahabat-sahabat gue lahir pada hari-hari yang konsekuensial! >,<
Supaya seru, tiap anak dapet fotonya sendiri-sendiri. Ini diaaa:
Tanggal 4 Desember (atau hari ini):
The Annoying-But-Irresistible Almost-Sixpack Bastard
| Look at him, smiling innocently with his Teemo hat. Just go for it, fellow summoners. Come and get him. |
Namanya Nicky. Sifatnya seperti yang tertera pada judulnya. Tahun lalu, sebagai hadiah ulang tahun, doa-doa tanda sayang dari gue adalah semoga dia sukses ulangan umumnya dan semoga dia gak akan dapet pacar sampai umur 18. Di luar dugaan, doa gue itu memang terkabul, kecuali bagian ulangan umumnya. Mudah-mudahan doa tanda sayang balasan dari dia yang isinya semoga gue gak akan dapet pacar sampai mati gak akan terkabul juga. (Sejauh ini doanya masih manjur sih...makasih banget lho nik.)
Soal Nicky, nggak banyak yang bisa diceritakan. Kecuali kalo dia itu maniak latfis, banyak yang ngefans (jelas), beberapa kali diajak kenalan sama pria-pria homoseksual kesepian, menguasai Taekwondo, Kempo, Capoeira, tenaga dalam, Muay Thai, dan Jet Kune Do, takut ketinggian, takut sama jump-scare things, nggak suka main bola apapun mau basket sepak bola atau kasti, dietnya lebih ketat dari cewek manapun, (kecuali siang, makannya segunung), dewa WoW dan LoL, cita-citanya jadi dokter, cuek setinggi langit dan truly, absolutely, nyebelin! Tapi dia asik! Jadi gak bisa dicuekin... How is that even logical?
In spite of our occasional cat fights, we help each other out. So maybe we're kind of friends. Kind of. Well, we kind of hang out together too, from time to time. Well...almost all hang outs. So does that makes us best friends? It still feels like a really weird title for him...
Anyway... Next up:
Tanggal 5 Desember:
Ini dia kawan masa kecil yang bertahan hingga sekarang :D Sama seperti dulu, dia masih cerewet minta ampun! Kemarin itu, gue lupa kapan, gue berkesempatan untuk ketemu dia lagi setelah sekian lama. Pertemuan ini spesial, karena terakhir kali gue ketemu dia adalah waktu kelas 1 SMP. Sekarang, dia sudah kelas 3 SMA, begitu cantik, begitu dewasa, udah kenal dunia cowok...... Gue sendiri masih sama seperti waktu awal kita bersahabat di kelas 3 SD: masih mainan ujan, belepotan es krim, ikut dalam persekutuan pemuja kaos dan jins, gak ngerti make-up, dan tanpa pacar.
Gak deeeng bohong. Sekarang gue udah ngerti cara make eyeliner dikit (penekanan pada kata 'dikit'). Sisanya kurang lebih masih masuk kategori 'kenyataan'. Hihi.
Oh iya. Namanya? Entah, waktu pertama kenal pas TK dulu, namanya Aster. Lalu di kelas 3 SD, entah mengapa namanya berubah menjadi Andra. Apakah di SMP dia jadi dipanggil Natalia? Yang jelas, tiga-tiganya memang namanya: Andra Asteria Natalia.
It's really amazing how we can still be best friends even after she left my elementary school so early at 4th grade. Andra yang lucu, penuh energi, cantik, polos, dan cerewet. I'm really, really, looking forward to see her again!
Tanggal 6 Desember:
The Duck that Metamorphosed
(It doesn't make sense, I know)
Jadi, untuk makhluk yang satu ini, begini ceritanya...
Gue ketemu dia udah dari TK, sama kaya Andra. Bedanya, she stayed with me through the whole process from preschool to elementary school up until middle school. (Nama sekolah tak perlulah disebutkan, hanya fakta bahwa gedung TK, SD, SMP, sampai SMA dari sekolah ini semuanya bersebelahan saja.)
Gue mulai sahabatan sama dia dari kelas 6 SD, sampai sekarang. Dan dia adalah salah satu dari sahabat-sahabat TERBAIK yang pernah gue punyai. Bukan terbaik baik maksudnya, tapi kayak...the best. Tapi orangnya emang baik sih, so... (gakpenting)
Namanya Melisa. Pertama kali melihat, sepertinya anaknya baik, lemah lembut, sedikit lemah pendiriannya. Pendiem, gaptek, jelek, bisa diatur-diatur. Soalnya selalu sendirian aja sih. Gambar-gambar di pojok kelas. Kalaupun ngomong, suaranya aneh. Rendah dan serak, mirip suara bebek.
Itu mungkin pendapat dari teman-teman sekelas yang tidak seberuntung gue untuk mengenalnya lebih jauh. Karena kalo lo kenal dia, oh men, dia gila. Sangat gila sehingga bisa mengerti dan tahan dengan segala keanehan gue. So maybe we kinda joined together because of our mutual weirdness.
Di balik topeng pendiamnya, sebenarnya dia cerewet. Di dalam otaknya, ide-ide kreatif, desain-desain baju yang orisinil, karakter-karakter yang hidup dan penuh warna serta latar-latar abstrak maupun riil yang indah berlarian ke sana kemari, penuh sesak, bertaburan. Kalau Nicky yang tadi bisa dibilang 'Master of Martial Arts', nah Melisa ini 'Master of Visual Arts'. Lo harus liat lukisan-lukisannya dia. Mereka patut mendapat pujian yang lebih dari sekadar 'mengagumkan'. Gak cuma lukisan cat air, dia juga jago banget bikin lukisan atau gambar dengan cat minyak, pensil warna, krayon, dan arsiran. Dia juga bikin manga! Dia punya dunia lain di pikirannya yang dia tuangkan dalam bentuk komik. Karakternya real, ceritanya lucu, gambar latarnya oke banget, perspektifnya juara. Di usianya yang masih 12 tahun waktu itu, salah seorang guru sekolah gue sudah menawarkan untuk membawa komiknya itu untuk diterbitkan, begitu naskahnya selesai. Iya, dia memang sejago itu.
Bukan cuma gambar aja, dia juga pintar menjahit dan bikin prakarya. Gue punya selaci penuh prakarya yang dia buat untuk ulangtahun-ulangtahun gue. Begitu bagusnya sampai waktu itu kita berdua bisa jualan dari bikin bros, gantungan kunci dan sebagainya dari kain flanel, benang dan kapas. Lho, gue bisa njahit juga? Iya, diajarin dia. Baik ya.
But wait! There's more. Dia pintar mendesain baju, dan bukan cuma desain doang, dia bener-bener bawa rancangannya ke tukang jahit! Untuk pesta ulangtahunnya yang ke-17, dia mengenakan baju rancangannya sendiri. Gue nggak bisa lebih bangga lagi sama dia.
Semua bakatnya itu tidak membuat dia lolos dari ocehan miring. Banyak yang bilang dia jelek, dia kuper, dia gaptek. Orang-orang itu tidak tahu kalau mereka berhadapan dengan berlian yang bersembunyi di balik lapisan batu. Orang-orang yang kayak gitu...bisa pergi ke laut.
Memasuki masa-masa SMA, bebek kesayangan gue makin dewasa dan kuncup-kuncup bunganya mulai mekar. Dia ikutan cheerleading, mulai mempraktekkan imajinasi pakaiannya ke dirinya sendiri, mulai banyak yang naksir, mulai membuka diri dan punya banyak temen. Gue sangat, sangat bangga sama dia. Tapi gue ga akan pernah bilang ke dia. Karena dia lucu dan gemesin kalo marah, HAHA.
Ah, bebek gue masih bebek yang dulu. Lucu, polos! Semua perubahannya tidak membuat dia jadi cewek yang bitchy dan sombong. Dia sekarang sudah jadi angsa, tapi suaranya masih suara bebek^^
Cewek-cewek yang dulu suka menggosipkan dia cuma bisa nyinyir, 'Ah, Melisa sok cantik!' Cewek-cewek bodoh. Melisa sudah cantik dari dulu.
Yak segini aja dulu mungkin cerita-cerita untuk hari ini. Gue sudah puas cerita tentang anak-anak ini haha. Semoga di usia mereka yang ke-18 nanti, mereka bisa semakin dewasa dan bisa meraih apa yang terbaik untuk diri mereka. Details on whishes are sent directly to each person! Teehee.
Well, thank you for staying with me until the very end of this very long post. Have a nice December!





No comments:
Post a Comment
Penny for your thoughts?